Prolog Novel Math and Strawberry
Math & Strawberry
In Love
Prolog
Sejak dulu aku selalu berpikir, bahwa tidak berinteraksi dengan seseorang sama sekali itu dapat menghindarkanku dari masalah. Contohnya, seperti tidak memedulikan orang di sekitar kita atau tidak ikut campur masalahnya. Aku juga sering mendapatkan orang yang terjebak masalah karena rasa kepedulian mereka sendiri terhadap orang lain.
Saat kalian
mencoba membantu menyelesaikan masalah orang lain, secara tidak langsung pula
kalian sudah terjun ke permasalahan orang lain tersebut. Akibatnya kalian akan
ikut terikat oleh tali permasalahan mereka.
Ketika sudah terjadi seperti itu kalian
juga akan dihadapi oleh pilihan. Melepaskan tali permasalahan pada diri kalian,
melepaskan tali permasalahan orang lain tersebut, atau kalian bisa melepaskan
tali permasalahan itu bersama.
Kenyataan itu emang kejam. Mau tidak
mau, siap tidak siap, kita tetap harus melaluinya.
Sampai tiba saat aku mengenal dirinya, semua hal yang ada pada diriku berubah. Entah sejak kapan, aku merasa
peduli dengan masalahnya dan berusaha membantunya. Itu adalah sifat yang
berlawanan dari orang sepertiku. Saat waktu kami saling berbincang, aku bisa
merasakan kesedihan, keputus – asaan dan ketakutan yang dia rasakakan dari
tatapan matanya. Perasaan itu mengalir ke dalam diriku, menenggelamkan ku ke
dalam tempat yang sangat gelap tanpa ada cahaya maupun seseorang di dalam sana.
Saat aku sudah tenggelam di tempat yang amat gelap itu, aku bisa melihat
seorang perempuan sedang menangis.
Tangisan sedih yang sangat dalam,
itulah yang ku rasakan. Dan perempuan itu adalah dia. Selama ini, dia menutupi
perasaan sedih yang dia rasakan, dengan senyuman palsu dia.
Saat dia berusaha senyum untuk
menutupi kesedihan pada dirinya, aku seperti merasakan ada pedang yang menusuk
ke dadaku. Rasanya sangat sakit, sampai membuat dadaku terasa sesak. Perasaan
menusuk apa ini? sejak kapan aku bisa merasakan perasaan orang lain seperti
ini. Dan entah kenapa saat aku menatap matanya, aku bisa melihat sebuah
bayangan. Bayangan yang menceritakan masalah yang menimpa dirinya, seolah
bayangan itu ingin untuk aku mengetahuinya. Bayangan itu seperti meminta tolong
padaku, untuk membantu menyelesaikan permasalahan pada dirinya. Apakah ini
kekuatan yang ada pada diriku? Aku tak tau.
Hal yang terpenting adalah apakah aku
bisa membantu menyelesaikan masalah yang ada pada dirinya?
Aku takut aku gagal. Ini benar – benar
permasalahan yang seharusnya bukan dihadapi oleh seorang diriku. Tapi dari
dalam lubuk hatiku, aku ingin melihat dia tersenyum dengan perasaaan
bahagianya. Bukan senyuman yang untuk menutupi kesedihan pada dirinya.
Dan pada akhirnya, hal yang mustahil
pada diriku terjadi. Aku jatuh cinta pada dirinya.
Apakah kalian penasaran akan kisah
kami berdua? Dan apakah kalian juga penasaran akan judul novelnya? Kalau begitu, kalian harus membaca kisah kami
dari awal.
End of prolog
Komentar
Posting Komentar